PT Semen Bosowa pada tahun ini mengekspor semen ke Sabah serta Kinabalu, Malaysia
Tahap awal, volume ekspor ini mencapai 15.000 ton tiap bulan.“Jadi dalam setahun diperkirakan jumlah ekspornya mencapai 180.000 ton hingga 200.000 ton,” kata pendiri Bosowa Group HM Aksa Mahmud di Makassar. Aksa Mahmud menjelaskan, total kebutuhan semen di Kinabalu dan Sabah tiap tahun mencapai 1,5 juta ton sehingga pasar semen di dua daerah ini masih terbuka lebar.
“Kebutuhan semen di sana sangat tinggi, padahal jumlah penduduknya tidak seberapa dibandingkan dengan kami,” paparnya. Ekspor tersebut adalah yang pertama karena selama ini Semen Bosowa hanya untuk kebutuhan nasional.
“Tahun ini, kami akan meningkatkan produksi semen demi mengikuti pertumbuhan produksi semen nasional yang terus tumbuh dari tahun ke tahun,” katanya.
Produksi semen Bosowa saat ini tiap tahun 2 juta ton. Tahun depan perseroan akan menaikkan produksi 3,5 juta ton sehingga pada 2012 nanti diharapkan produksi Semen Bosowa bisa mencapai 5 juta ton.
“Saat ini produksi Semen Bosowa di Batam sebanyak 1,2 juta dan akan ditingkatkan sampai 1,8 juta ton untuk tahun depan,” paparnya. Jumlah tersebut memenuhi 10% dari total produksi semen nasional. Penambahan produksi ini untuk memenuhi kebutuhan semen nasional seiring meningkatkan berbagai proyek infrastruktur.
“Saat ini produksi kami baru sekitar 6% dari total produksi nasional,” katanya. Pada November nanti, Bosowa Group juga menargetkan penyelesaian pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jeneponto.
Aksa mengatakan,targetnya adalah diselesaikan satu unit.“Itu termasuk fokus bisnis kami untuk tahun depan, termasuk pengembangan bisnis baru yang lain,” pungkasnya. Data Kementerian Perindustrian menyebutkan, produksi semen nasional pada tahun ini diprediksi meningkat 11,46% dari total 46,94 juta ton pada 2009 menjadi 52,32 juta ton. Penambahan kapasitas produksi itu terjadi karena lima produsen semen dalam negeri, hingga akhir tahun ini telah menyelesaikan penambahan kapasitas produksi dan investasi baru dengan total nilai sekitar USD645,6 juta di sejumlah wilayah Indonesia.
Kelima produsen itu, yaitu PT Semen Andalas Indonesia (SAI), PT Semen Padang (SP), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (ITP), PT Semen Gresik (SG), dan PT Semen Tonasa (ST). Permintaan semen domestik (industri) pada tahun mencapai 41,5 juta ton atau naik dari tahun lalu yang hanya 38,4 juta ton. (Umran La Umbu)
