Pasca aksi brutal yang dilakukan oleh sekelompok orang orang beropeng hingga merenggut nyawa La Ode Muh Hijrah, mahasiswa Jurusan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) angkatan 2007, dan Zainuddin mahasiswa Fakultas Pertanian angkatan 2005, Universitas Haluoleo (Unhalu) pada Kamis malam (8/9), membawa trauma dan ketakutan mendalam bagi warga yang bermukim disekitar kampus Unhalu,mereka juga mulai memikirkan keselamatan keluarga dan anak-anak mereka. Warga sekitar trauma dengan kejadian semalam, dalam suasana ketakutan warga sempat mendengar teriakan-teriakan saat insiden itu terjadi, namun mereka tidak berani melakukan apapun karena diliputi rasa takut dan memikirkan akan keselamatan diri dan keluarga.
Sementara itu, hingga Malam ini ketika kami meninjau keadaan di tempat kejadian,keadaan sepi dan hanya satu dua kendaraan melewati disekitar Jalan HE Mokodompit, ratusan personil kepolisian pun kini ditempatkan di dua pintu masuk Unhalu untuk berjaga-jaga. Polisi juga secara rutin terus menggelar patroli guna memberi kenyamanan bagi warga sekitar. Sejauh ini, pihak kepolisian belum berhasil melacak dan mengungkap pelaku kekerasan yang merenggut nyawa 2 orang mahasiswa itu.
Korban atas mana LM Hijra (23) tinggal di Asrama Kalbu, Lorong Perintis Jalan EA Mokodompit, mengalami luka tusuk di pinggang sebelah kiri. Ia adalah mahasiswa Jurusan Fisika FKIP Unhalu.
Sedangkan korban berikutnya atas nama Udin, tinggal di Lorong Kusuma Jalan EA Mokodompit depan Kampus Unhalu, mengalami luka di leher.
Paman LM Hijra, yakni Laode Nggawu, saat ditemui di RS Bayangkara, mengatakan, saat itu, ia baru saja pulang shalat Magrib dari masjid, dan ketika hendak ke rumahnya dia mendengar ada teriakan bahwa ada korban penikaman.
"Saat itu, saya melihat korban penikaman itu ada di teras rumah saya, ternyata dia adalah keponakan saya. Akhirnya saya minta bantuan salah seorang tetangga untuk menaikkan di mobil saya dan membawa di rumah sakit bayangkara," kata Ld Nggawu yang tinggal di lorong Mata Air III Jalan EA Mokodompit depan Kampus Unhalu Kendari tersebut.
Ia mengatakan, keponakannya itu meninggal ketika tiba di rumah sakit Bhayangkara, karena saat di perjalanan menuju rumah sakit, ia masih mendengar keponakannya itu mengerang kesakitan.
"Saya tidak melihat kejadian saat dia ditikam atau dilukai oleh orang dengan menggunakan benda tajam. Tetapi menurut salah satu saksi tetangga saya, bahwa para pelaku menggunakan sepeda motor sekitar tiga motor yang dengan tiba-tiba menikam keponakan saya yang sedang berada di jalan menuju rumah saya," katanya.