Sabtu, 08 Januari 2011

Pemerintah AS minta data pengguna Twitter

J ualian Assange sedang berjuang melawan ekstradisi ke Swedia
Pemerintah Amerika Serikat melayangkan panggilan atau subpoena kepada situs jejaring sosial Twitter untuk meminta data pribadi orang-orang yang terkait dengan Wikileaks, demikian disebutkan dalam dokumen pengadilan.

Pengadilan negeri di negara bagian Virginia mengatakan pihaknya meminta berbagai informasi termasuk nama-nama pengguna (user name), alamat, rekam koneksi, nomor telefon dan data pembayaran.


Mereka yang disebut itu termasuk pendiri Wikileaks, Julian Assange, dan seorang anggota parlemen Islandia.

AS sedang mempelajari kemungkinan untuk mengenakan dakwaan terhadap Assange sehubungan dengan pembocoran 250.000 kabel diplomatik rahasia lewat situs Wikileaks.

Laporan-laporan menunjukkan bahwa Departemen Kehakiman mungkin akan mencoba mendakwa dia dengan tuduhan berkomplot mencuri dokumen bersama Pratu Bradley Manning yang bertugas sebagai seorang analis intelijen Angkatan Barat AS.

Pratu Bradley Manning bisa dihukum penjara 52 tahun

Manning akan menghadapi pengadilan militer dan hukuman penjara 52 tahun dengan dakwaan mengirimkan kepada Wikileaks bahan-bahan berupa kawat diplomatik, serta catatan gerak militer tentang insiden di Afghanistan dan Irak disamping video militer rahasia.

Menurut perintah pengadilan yang diterbitkan pada tanggal 14 Desember oleh Pengadilan Negeri Distrik Timur Virginia, Kejakasaan Agung AS menyerahkan bukti untuk menunjukkan bahwa informasi yang dipegang Twitter "relevan dan penting bagi penyelidikan pidana yang sedang berlangsung".

(bbc/bbc)

Pemerintah AS minta data pengguna Twitter Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown