Direktur Pusdiklat Sepakbola Sowite Raha : Calon Kandidat Ketua Umum PSSI.
Habil Marati Tawarkan Konsep Mentereng.
Di tengah persaingan ketat antara "calon-calon raksasa" kandidat ketua umum PSSI seperti Jacob Nuwa Wea, EE Mangindaan, Nurdin Halid dan Sumaryoto, satu calon lagi muncul yakni Habil Marati SE, yang menawarkan konsep mentereng jika dia terpilih menjadi ketua umum PSSI pada Kongres yang akan digelar 19-21 Oktober mendatang.
Habil yang menjabat sebagai bendahara umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sudah menyusun semua visi, misi dan target. Diantara isi program jangka panjangnya, adalah dengan menetapkan sejumlah negara sebagai basis pembinaan pemain sebagai Program Pembinaan Internasional PSSI.
"Ada tujuh wilayah untuk tempat pembinaan jangka panjang dan berkesinambungan serta memiliki metode logis, yakni Portugal dan Belanda (wilayah I), Italia (II), Brazil (III), Argentina (IV), Jerman (V), Inggris (VI) dan Perancis (VII). Program ini akan dibiayai oleh PSSI yang sumber dananya diperoleh dari sponsor maupun negara," kata Habil Marati dalam tatap muka dengan sejumlah wartawan di Jakarta, Jumat (3/10).
Negara-negara tersebut, lanjutnya, adalah merupakan basis pembinaan pemain yang berasal dari kompetisi di daerah, dalam rangka pembentukan tim nasional yang tangguh. Dan pemain yang dikirimkan sesuai dengan karakteristik postur dan pola permainan.
Ia mengakui, program internasional itu bakal menghabiskan dana ratusan miliar bahkan mungkin triliunan rupiah. "Tapi bagi saya dana tidak masalah," katanya yakin.
Namun sebelum mengarah kesana, maka untuk di dalam negeri dilakukan Program Pusat Pembinaan PSSI, yang biaya penyelenggaraannya 100 persen dibiayai oleh PSSI. Kompetisi domestik itu dilakukan dengan melakukan pembagian wilayah dari I sampai VII sebagai pusat-pusat kompetisi dan pelatihan.
"Manajemen kompetisi harus segera dibenahi. Kompetisi Divisi Utama, I, II dan kelompok usia harus menjadi kompetisi bernuansa komersil dan menghibur, agar sepakbola tidak ditinggalkan orang. Saya ingin melakukan perubahan dengan sepakbola," ujarnya.
Bahkan, dengan konsepnya itu, Direktur Pusdiklat Sepakbola Sowite, Raha (Pulau Muna) itu yakin bisa membawa Indonesia ke putaran final Piala Dunia 2010 dan dalam jangka pendek akan membawa Timnas sukses di Pra Piala Dunia 2006.
Kuncinya, kata dia, terletak pada perombakan total manajemen, pembinaan, kompetisi dan pendanaan dalam PSSI. "Tanpa perombakan total, PSSI akan musnah ditelan waktu," katanya.
Tinggalkan Politik
Dengan pencalonan dan jika ia memenangkan pemilihan, Habil sendiri menyatakan siap meninggalkan panggung politik. "Saya siap tinggalkan politik, jika saya terpilih itu sebuah konsekuensi," kata anggota Fraksi PPP DPR itu.
Habil, yang menggelar jumpa pers pertamanya sejak mengambil formulir pendaftaran calon Ketua Umum PSSI mengatakan, pencalonan dirinya murni dari dirinya tanpa ada dorongan-dorongan kepentingan politik tertentu.
"Politik dan olahraga jelas berbeda. Dua hal ini sangat sulit dikombinasikan. Dalam dunia olahraga sportifitas dijunjung tinggi, di panggung politik hal itu sering dilanggar," kata Habil, pengusaha yang banyak bergerak di bidang kimia dan agro industri itu.
Dalam jumpa pers pertamanya itu secara resmi ia menyatakan pencalonan dirinya secara terbuka dan akan berjuang mati-matian untuk menduduki posisi tertinggi sepakbola nasional.
"Saya resmi menyatakan diri sebagai kandidat ketua umum PSSI 2013/2017 dan akan berusaha menuju ke sana," katanya.
Ditanya tentang langkah dan pencalonannya yang terlambat dibanding empat kandidat kuat lainnya, ia mengaku memiliki optimisme yang kuat dapat menyisihkan para pesaingnya itu.
"The last but the winner (yang terakhir tapi menang). Peluang dan kesempatan itu tidak akan pernah hilang. Saya memiliki prinsip, semakin besar risiko yang akan diambil, maka peluang semakin besar pula. Saya sudah mengkalkulasinya," tandasnya.
Ia juga mengklaim telah mengumpulkan dukungan 30 persen anggota perserikatan, melebihi batas minimum 108 dukungan meski dianggap terlambat tampil.
"Saya bisa klaim mendapat dukungan 180 suara, dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sulawesi. Saya nilai pernyataan dukungan oleh calon lain statusnya juga sama, masih dalam tingkatan klaim. Dan itu wajar," kata pemilik dua klub di Sowite dan Kendari itu.
Namun, kata dia, semua klaim itu akan mendapat buktinya di Kongres PSSI mendatang. "Di Kongres nanti itulah pertarungan yang sebenarnya dan disitulah siapa yang terbukti memiliki dukungan kuat," kata mantan pemain klub Indonesia Muda anggota perserikatan PSIM Yogyakarta itu.
Habil Marati SE yang kelahiran Raha, 7 November 1962, selain anggota komisi IX DPR RI dan Bendahara Umum DPP PPP, menjabat direktur utama pada lima perusahaan besar. Ayah tiga orang anak ini tinggal di Jakarta. (vic)
