Keceriaan anak-anak sewaktu berkumpul bersama teman-temannya di kediaman La Subandi di Desa Ghonsume Kecamatan Duruka Kabupaten Muna. Sekumpulan Anak-anak dalam keceriaan dan kebahagiaan tersebut terjadi dalam suatu acara ulang tahun anaknya La Subandi, kemarin (5/1/2011) menjelang malam sekitar jam 16.00 - sampai 17.30 WITA.
Layaknya sebuah acara, maka masih dianggap kurang lengkap jika para tamu undangan tidak disuguhkan santapan ala kadarnya. Tuan rumah (penyelenggara ulangtahun) menyediakan makanan yang cocok dengan lidah anak-anak, yaitu nasi kuning, telur, ayam potong, dan mie.
Setelah bersama-sama menyanyikan lagu ulang tahun secara beramai-ramai disusul dengan meniup lilin dan pemotonga kue ulang tahun, hidanganpun dibagikan satu per satu. Kemudian merekapun saling berpisah ke rumah masing-masing. Tidak Lama kemudian, beberapa anak yang ikut menyantap hidangan di acara ulang tahun tersebut, merasakan sakit kepala, mual dan muntah. Karena sakit kepala mual-mual dan muntah-muntah tidak berhenti, akhirnya pada sekitar pukul 00.00 malam tadi, 10 anak harus dilarikan ke rumah sakit Umum Raha untuk dirawat.
Hasil pemeriksaan Dokter Idin yang menangani anak-anak ini di rumah sakit, bahwa anak-anak tersebut keracunan. Hasil pemeriksaan itu diperkuat dengan uji laboratorium pada sampel nasi kuning, telur, ayam potong, dan mie yang telah dikonsumsi oleh anak-anak itu. Tetapi kesimpulan hasil uji tidak diketemukan zat mematikan pada nasi kuning, telur, ayam potong dan mie. Sehingga diambillah sampel saus yang biasanya diperdagangkan dalam kemasan botol, dan ternyata uji laboratorium menyimpulkan bahwa saus yang digunakan untuk mem-bumbu-i telur mengandung zat beracun.
Sampai saat ini pukul 17 WITA Kamis (06/1/2011) korban keracunan yang masuk rumah sakit sudah mencapai jumlah 21 orang. Dokter masih melakukan perawatan insetif terhadap anak-anak tersebut, mengingat kondisi mereka yang masih dalam kondisi cukup kritis.