Raja Muna XXXII – La Ode Umara II (1906)
Setelah La Ode Maktubu tidak mendapat pengakuan dari Sarano Wuna serta diusir dari kerajaan Muna,(baca disini tentang la ode maktubu) pemerintah Kolonial Belanda Mengutus La Ode umara gelar Sangia Bariyah.
Strategi yang dilakukan pemerintah Kolonial ini cukup berhasil sebab selain La Ode Umara yang memiliki garis keturunann dari Muna yaitu putra dari Kenepulu Bula , La Ode Umara juga masih menjabat sebagai Sultan Buton.
Setelah situasi kembali kondusif dan pemerintah belanda semakin dalam kukunya tertancap di kerajaan Muna, La Ode Maktubu Kembali di lantik menjadi Raja Muna sampai tahun 1914